Kamis, 30 Oktober 2014

"Harapan Sang Revolusi Keji"

Saat sayap-sayapku patah Kepada siapa aku akan bersandar Saat air hujan tak kunjung jatuh Kepada siapa aku akan meminta Saat aku tertunduk tak berdaya Siapa yang mampu menegakkan kepalaku "Tengoklah masa keemasan bagi hidupmu Saat kamu tersenyum dengan segala keikhlasan dan ketulusan hatimu Dekat dengan cahaya-NYA" Hal kontras yang kini terungkap Kenyataan pahit yang harus kau akui Ketika harapan berbanding terbalik dengan kenyataan Ketika hati tlah ternodai dengan segala revolusi kejimu Masihkah kau tetap di sini? Masihkah kau terus berharap? sedangkan senja telah menyapa dan bintang gemintang tlah terbangun dari peraduannya tapi itu bukan akhir dari segalanya masih ada mentari esok yang memberimu kehangatan sinarnya memberi kekuatan bagi setiap makhluk yang memandangnya jadilah dirimu seperti mentari pagi yang tak kunjung berhenti berharap hingga akhir nanti "PERBAIKI DIRI UNTUK MENJADI PRIBADI YANG LEBIH BAIK"