Minggu, 07 Desember 2014

Secoret Kisah Masa Putih Abu-Abu

Aku, adalah aku
Aku tak pernah mampu menjadi orang lain
Dan inilah apa adanya aku
“Semoga persembahan terakhir untuk bahasa Indonesia ini dapat memberikan pengalaman yang luar biasa untuk ku” Aku berpikir bahwa hidup adalah pilihan. Dan Aku, memilih SMA Negeri 1 KAWEDANAN. Pelabuhan awal untuk menuju pendidikan yang lebih baik dan lebih maju untuk masa depan yang gemilang menuju tangga teratas penuh bintang-bintang. Awalnya aku ragu, mengapa aku memilih SMA ini? Namun aku telah menemukan jawaban dari semua kegalauanku, setelah aku menikmati separuh lebih perjalanan indah di masa putih abu-abuku ini. Ya, aku tahu Tuhan punya rencana yang indah di balik semua hal yang ada di dunia ini. Dan aku pun berkata dalam hati “Terimakasih Tuhan, Engkau telah mempertemukan aku di tempat ini, rumah memadu ilmu dengan ayah dan ibu yang cerdas-cerdas, begitu peduli dengan anak- anaknya dan lingkungan yang begitu kondusif untuk belajar”
Disini aku menggali
Disinilah aku mampu berkembang
Disinilah aku mampu bersaing
Disinilah aku mampu berdiri
Terjatuh untuk berdiri
Dengan kecepatan tinggi
Dari bumi ke langit
SMA NEGERI 1 KAWEDANAN, sekolah unggulan se-Kabupaten Kawedanan ini, memiliki banyak nama keren. Ada yang menyebutnya “SMASAKA” alias SMA 1 KAWEDANAN. Tapi banyak pula yang menyebut-nyebut dengan nama SMALEM atau SMA LEMBUSURO. Kurang tahu sih, mengapa mendapat predikat LEMBUSURO. Tapi anggap saja itu penghormatan untuk sekolahku yang tercinta ini. Yup. Sekolahku tercinta ini bisa dibilang sangat mewah(belakang sawah, kanan sawah). Tapi aku pikir justru ini yang asyik. Dan inilah yang menarik, kalau jenuh kan bisa ngadem dengan lihat hamparan permadani hijau nan luas membahana yang bisa membuat pikiran jadi fresh. SMALEM, terletak di Jalan Genengan-Nggorang gareng, Kawedanan, Magetan, Jawa Timur, Indonesia, Bumi Allah. Ya,,, kurang lebih beberapa juta kilo meterlah dari Matahari(oke,,, gak usah terkejut gitulah. Hehe.he). Disinilah tempatku mengadu ilmu selama hampir 3 tahun ini. Perlu diketahui, kalau SMA ini merupakan SMA favorit lho?? Banyak banget hal-hal menarik yang udah selayaknya diketahui. Utamanya bagi calon siswa baru…(he,,, numpang promosi sekalian).Letak SMA yang strategis di tepi jalan raya Madiun-Magetan-Ponorogo juga menjadi daya tarik tersendiri juga lho bagi siswa baru. Buktinya dari sekian banyak teman-teman aku, ada yang berasal dari daerah lokal(kawedanan), takeran, bendo,lembeyan, bahkan parang, ada juga lho? Tuh kan, mereka aja yang rumahnya jauh pada berbondong-bondong datang ke SMA 1 ini. Luar biasa kan. Selain itu, kondisi sekolah yang nyaman juga menjadi daya tarik tersendiri bagi adik-adik pendaftar baru. Suasana yang asri membuat proses belajar menjadi lebih efektif dan efisien. Bahkan ada bapak dan ibu guru yang melaksanakan pembelajaran diluar kelas. Agar anak-anak juga bisa lebih fresh dan santai. Sekilas tentang SMA 1 kawedanan. SMA 1 KAWEDANAN tahun ini ikut Lomba Sekolah Adiwiyata. Dan ini berarti Sekolah aku yang tercinta ini, ingin melangkah untuk lebih maju lagi. Aku sudah tidak meragukan lagi kenyamanan sekolahku ini.Sering kali, aku lebih lama menghabiskan waktu di sekolah. Ya, untuk ekstrakulikuler atau kerja kelompok dengan teman-teman. Karena aku merasa sangat nyaman di sekolah ini. Aku dan teman-teman dimanjakan dengan fasilitas sekolah yang sangat bagus dan lingkungan yang bersih.
Dari semenjak aku kelas X hingga sekarang banyak sekali kemajuan-kemajuan di SMAku tercinta ini. Mulai dari lomba kebersihan kelas, yang awalnya hanya kebersihan kelas dan taman yang dinilai sekarang menjadi lomba adiwiyata kelas. Keren kan! Dari kelas X aku dan teman-teman mulai memperbaiki tingkat kebersihan kelas. Sampai aku kelas XI kelas aku dan teman-teman yaitu kelas XI IA3 hampir menjadi juara Kebersihan kelas. Tapi sayang, kelas aku hanya menduduki runner up. Alias juara 2, mungkin belum beruntung. Di antara temanku ada yang bilang, “iya iyalah kelas mereka menang. Kan kelas mereka baru. Nah kelas kita. Udah jelek gini”. “udahlah, yang penting kita udah berusaha. Toh kalaupun kita tidak menang. Kita dapat menghuni kelas yang nyaman kan” begitu jelasku pada teman-teman. Memang sebenarnya mengecewakan, bagaimana melihat perjuangan kita. Dari awal bersih-bersih kelas sampai sore hari. Hingga lupa rumah, pulang sore dan berangkat paling awal. Membersihkan kaca jendela, sampai-sampai anak cewek naik kursi bawa ember. Kalai ingat sebuah perjuangan yang hasilnya kurang memuaskan itu rasanya gak asyikkkkkkkk banget. Padahal hanya berbeda beberapa angka dengan yang juara. Tapi okelah. Aku dan teman-teman bertekad bahwa”di kelas XII nanti kami pasti bisa jadi yang terbaik.” SEMANGATTTTTTT.
Dan mulailah perjuanganku di kelas XII. Pengumuman bahwa akan diadakan lomba adiwiyata antar kelas telah tersebar ke saentero penjuru kelas. Semua kelas-kelas pada dihias dengan berbagai macam tanaman, merapikan kelas, membuat mading semenarik mungkin, bahkan ada yang membuat kolam ikan buatan untuk memperindah kelasnya. Di luar kebiasaan bukan. Dan kelasku, XII IA3. Aku masih ingat sekali. Hal awal yang kita persiapkan adalah bagi tugas. Hari itu XII IA 3 rapat, dipimpin ketua kelas. Pembagian tugas dilakukan hari itu mulai siapa saja yang bertugas membersihkan kelas, kaca jendela, merawat taman, membuat mading, sampai membuat hiasan serta poster untuk di tempel di dinding kelas. Karena kita sudah kelas 3 jadi lebih mengerti di banding yang lain.
Setelah sholat idul ‘Adha aku dan teman-teman kumpul di kelas acaranya tidak lain untuk membersihkan meja dan kursi yang kotor penuh tulisan tangan. Ada yang membawa cutter, amplas serta cat untuk melapisi kursi dan meja agar kelihatan lebih bersih dan baru. Hari itu, mungkin menjadi hari yang melelahkan sekaligus menyenangkan karena saya bisa berkumpul dan bekerja bersama teman-teman. Sehingga persaudaraan di antara teman-teman semakin baik. Bagaimana tidak saya dan teman-teman bergotong royong mengeluarkan semua kursi dan meja. Proses selanjutnya mengamplas meja dan kursi satu persatu. Hingga tangan aku terasa panas. Sesaat kemudian teman-teman dengan suka cita mulai mengajakku dan yang lain bercanda ria, agar kami melupakan sejenak rasa lelah yang mulai merasuk sukma. Bahkan ada juga yang ngambil kipas, untuk memberikan kesejukan bagi teman yang lain. Sungguh suasana yang sangat menentramkan hati. Proses bersih-bersihnya tak hanya sampai mengamplas kursi lho, tapi teman-teman harus membersihkan bekas amplas dengan kemoceng serta segera mengecatnya dengan sirlak. Gimana, masih mau lanjut. Masih belum selesai teman, meja dan kursi yang sudah dicat dengan sirlak harus dikeringkan dahulu. Setelah itu baru diangkut ke kelas.
“capek”. Mungkin itulah yang ada di benakku dan teman-teman tapi untuk mewujudkan cita-cita kami agar menjadi juara. Itu semua tak berarti apa-apa. Hari berikutnya, bersih-bersih kaca pun dimulai. Anak laki-laki, mulai mengambil kursi dan menaikinya untuk menjangkau kaca yang tinggi. Sampai-sampai harus ada orang dibawah, untuk disuruh nyucikan kain pembersih. LUAR BIASSA. Hingga aku dan teman-teman mulai menghias kelas serta memajangnya, membuat mading dengan susah payah, merapikan taman yang penuh dengan rumput liar, serta berusaha menjaga kelas agar tetap bersih, rapi,indah dan nyaman. Hari sabtu, puncak perayaan HUT SMA 1 KAWEDANAN. Dan…. ENG,…ING…ENG…….
“JUARA 1 LOMBA ADIWIYATA KELAS XII diperoleh kelassssssss XII IPA 3”teman-teman bersorak sorak bergembira menyambut hal tersebut. Itulah hasil kerja keras dan jerih payahku dan teman-teman. Bagaimanapun untuk mendapatkan sesuatu yang luar biasa kita harus melakukan hal yang di luar kebiasaan pula. Dan mulai saat itulah aku dan teman-teman lebih giat lagi untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan kelas. Bagaimanapun, kelas XII IA 3 aku dan teman-teman yang menempati. Jadi aku dan teman-teman harus menjaganya karena kebersihan juga merupakan cermin diri kita.
Tak ku sadari selama kegiatan kebersihan kelas kemarin, ada teman sekelasku yang bernama Dimas lagi PDKT sama Eka. Dimas memang sejak dulu menyukai Eka. Eka, cewek manis yang sangat steril. Cowok mana sih yang gak suka. Apalagi dia sangat baik hati dan ramah. Tapi Dimas hanya cowok biasa, yang kurang begitu berprestasi juga di kelas dan agak kuper. Tapi semenjak Dimas mulai mengenal Eka, dia berubah. Bahkan Dimas sering cerita banyak padaku mengenai Eka. “Ky, apa mungkin ya Eka juga suka sama aku? Mungkin gak sih?” serita Dimas.
“Di dunia ini gak ada hal gak mungkinlah dim. Amri aja yang keren, tajir dan kece kayak gitu ditolak. Aku pikir dia suka cowok yang bener-bener tulus. Percaya dech. Kamu pasti bisa kok”
“tapi Ky, kalau cowok seperti Ozy aja ditolak apalagi aku??aku kan gak punya apa-apa!”
“kamu memang gak punya apa-apa, tapi kamu punya ketulusan” jawan Eky sambil berlalu meninggalkan Dimas.
Semilir angin pagi, membelai-belai wajahku. Aku berjalan sambil menggosok-gosokkan tanganku. “Huft, dingin banget sih hari ini” kataku. Eka berjalan menghampiriku. “iyalah ky, gimana gak dingin coba. Tadi malam aja hujannya lama banget. Untung ni pagi udah reda.” Kata Eka dengan ramah. Aku hanya tersenyum.
“Ky, Dimas itu dekat banget ya sama kamu”
“emang kenapa Ka?”
“gak apa-apa. Kok dia, aneh ya Ky kalau sama aku. Beda banget. Dia bahkan gak pernah menyapa aku kalau berpapasan sama aku?”
“ kenapa kamu nggak coba tanya sama dimas sendiri Ka? Kamu malu ya karena kamu cewek”
“nggak sih. Ya udah. Kapan-kapan biar aku yang tanya duluan. Oke. Makasih ya Ky, aku duluan ke kelas”
Hari ini hari jumat. Dan jam 1 waktunya untuk jum’at bersih. Dimas mulai membersihkan kaca depan kelas bagian atas. Ketika sedang asyik membersihkan kaca, tiba-tiba hp di tangan kirinya terjatuh. “Brakkkkkk”. “Aduh, ancur dech hpku” teriak Dimas dengan keras. Dimas tak mengetahui bahwa Eka ada di belakangnya. Eka mulai memunguti pecahan hp Dimas. “gak pa-pa kok. Cassingnya Cuma lepas. Nich hp kamu!” kata Eka sambil menyodorkan hp Dimas. Karena tangan kanan Dimas memegang lap. Ia menggunakan tangan kirinya untuk menerima hpnya yang terjatuh dan berkata, “sorry, makasih” setelah itu Dimas berlalu meninggalkan Eka. Eka hanya terdiam dan tertunduk. Dia berpikir, apa salahnya hingga Dimas setega itu padanya tak pernah menyapanya, bahkan kejadian tadi. “Agh……” Eka mendesah. Aku yang melihat kejadian itu, jadi merasa kasihan pada Eka. Aku segera menghampiri Eka.
“Eka, apa yang kamu pikirkan?”
“Dimas, Ky… Dimas?”
“Dimas tak pernah bermaksud begitu padamu Ka, percayalah”
“lalu, apa yang tlah dia lakukan selama ini?”
“Dia hanya, merasa tak pantas berada di dekatmu?”
“maksudmu? Jangan membuat aku tambah pusing Ky? Katakan yang sebenarnya padaku???”
“Dimas, dia sangat mencintaimu. Tapi dia merasa tak pantas berada di dekatmu. Dia minder dengan apa yang kamu miliki? Dia takut, cintanya tak kesampaian. Dimas berbeda dengan lelaki lain yang pernah mendekatimu Ka. Bukan hanya itu Dimas sebenarnya juga tak mau seperti ini. Dimas juga pernah bercerita padaku bahwa dia pernah dinasehati oleh gurunya agar tidak pacaran dulu. Gurunya menyuruh Dimas agar fokus pada ujian dulu. Dan setelah ujian. Up to you… Dimas menyadari hal itu memang benar. Dan memang harus dia lakukan. Kalau perlu setelah Sarjana baru cari pacar atau pasangan. Dimas juga pernah bilang padaku.
“Cintaku seperti asimtot yang tak pernah bertitik temu”. Tapi aku percaya walaupun kita tak akan bernah bertemu tapi suatu saat kita akan selalu berdampingan selama-lamanya”” “ Mendengar cerita dariku perlahan Eka mulai meneteskan air mata. Dia menangis tersedu-sedu “Dimas tega banget sih Ky, sama Aku? Padahal aku diam-diam juga cinta padanya???” “sudahlah Ka, dimas itu keras kepala. Dia tak akan merubah keputusannya sebelum waktu itu benar-benar tiba. Yakinlah suatu saat Dimas akan datang padamu.” “Makasih Ky, aku harap begitu” Pohon jati melambai-lambai.Semilir angin mulai membelai-belai rambut Eka yang terurai. Eka memandangi hamparan bunga – bunga di taman. Sambil berkata
“Indah
Cintamu begitu indah
Seindah warna warni bunga
Cintamu begitu bening
Hingga aku tak mampu melihatnya
Cintamu begitu bersih
Hingga aku tak mampu melihat jejak-jejak kakimu yang telah membekas di relung-relung hatiku
Sekolahku Rumahku
Rumah Surga, duniaku
Tempat berlabuh tuk menuntut ilmu
Tak kenal lelah dan waktu
Berpagar tirai jati
Nampak bersih, indah
Hijau nan asri
Ku senang ku bangga
Milikkulah sekolah ini
Aku junjung aku junjung
Sekolah tercinta sampai nanti
Sebelum aku gapai cinta mati
27 Februari 2013 4.43 PM By: kim.kinoy

Kamis, 30 Oktober 2014

"Harapan Sang Revolusi Keji"

Saat sayap-sayapku patah Kepada siapa aku akan bersandar Saat air hujan tak kunjung jatuh Kepada siapa aku akan meminta Saat aku tertunduk tak berdaya Siapa yang mampu menegakkan kepalaku "Tengoklah masa keemasan bagi hidupmu Saat kamu tersenyum dengan segala keikhlasan dan ketulusan hatimu Dekat dengan cahaya-NYA" Hal kontras yang kini terungkap Kenyataan pahit yang harus kau akui Ketika harapan berbanding terbalik dengan kenyataan Ketika hati tlah ternodai dengan segala revolusi kejimu Masihkah kau tetap di sini? Masihkah kau terus berharap? sedangkan senja telah menyapa dan bintang gemintang tlah terbangun dari peraduannya tapi itu bukan akhir dari segalanya masih ada mentari esok yang memberimu kehangatan sinarnya memberi kekuatan bagi setiap makhluk yang memandangnya jadilah dirimu seperti mentari pagi yang tak kunjung berhenti berharap hingga akhir nanti "PERBAIKI DIRI UNTUK MENJADI PRIBADI YANG LEBIH BAIK"

Rabu, 22 Januari 2014

“SKENARIO PERGAULAN BEBAS”


TOKOH 
Kendil        :     anak nakal yg memprofokatori teman-temannya .
Chemed     :     teman kendil yg pertama kali terpengruh terhadap virus negative itu.
Dhani         :     sahabat tina, puput, putri dia anaknya tomboy tapi baik hati
Tina            :   dia juga sahabat mereka yang lugu, lembut, serta sntun
Puput          :  adik Putri
Putri           :  kakak puput.
Bu Eky       :  ibunya puput dan putri


Di sebuah SMA terdapat sekelompok siswa yang terikat persahabatan yang sangat erat. Tetapi di antara mereka ada satu siswa yang nakal. Siswa itu sukanya tidur didalam kelas. Karena suka keluar malam, minum-minuman keras, bahkan menggunakan narkoba.
Chemed                     : “woy  ndil!!!!! Loe tu suruh ngerjain tugas kok malah tidur!!!!” (sambil menghampiri Chemed)
Kendil                         :”eh,, med… sini loe!!! Loe mau gak entar malam ikut gue????
Chemed                     : “ kemana??????”
Kendil                        : “ udahlah pokoknya loe ikut aja! Kita seneng-seneng ntar malam….!!!”
Chemed                     : “ okelah friends…!!!”

Kendil  mengajak chemed ke sebuah diskotik dan mengajak untuk minum-minuman keras & mencoba narkoba.Chemed  dengan mudahnya terpengaruh dengan ajakan Kendil.

Chemed                     : “Sob… tempat apa nich???”
Kendil                         : “ Nie diskotik … disini kta bisa bersenang-senang lho???”
Chemed                     :” happy juga ea??”
Kendil                         : “ med… loe cobain ini???????”
Chemed                     : “ Apa ini????”
Kendil                         : “ udahlahloe cobain aja dijamin dech abiz nyobain ini badan loe akan enak….”
Chemed                     : “ OKlah sob….”
Kendil                        : “ itu namanya baru cowok???? Ayo kita happy-happy lagi?????”

Mereka berdua begadang dan mabuk-mabukan sampai  larut malam.Keesokan harinya mereka berdua mengajak  temen- temen cewek mereka untuk menularkan virus negative itu.

Chemed                   : “Pagi semua???? Loe semua pada mau ikut gue gak entar malam????”
Kendil                       : “kita happy-happy sob????
Puput                        : “ kemana sich?????”
Chemed                   : “pokoke di suatu tempat yang sangat menyenangkan”
Putri                          : “ oklah gue ikut. Gue juga lagi malez dirumah. Put??? Loe ikut gak???? Loe abiz                    patah hati kan????nie saatnya loe lupain sakit hati loe????”
Putri                          :” ok.lah gue juga ikut”
Dhani                        :” Tunggu!!!!kalian mau kemana????? Pasti ke diskotik  kan????” (smbil melangkah menuju tempat kawan-kawannya ngobrol)
Kendil                       : “ kalo iya napa???”
Dhani                       : “kalan itu nyadar gak sih??? Kalian itu sekolah sebentar lagi ulangan. Bukannya belajar malah keluyuran malam-malam. Loe juga put,, loe tuvh cwek????gak boleh keluyuran malam-malam????”
Putri                          : “Apa urusan loe?????”
Dhani                        : “ gue Cuma bilangin aja,,,,nyokap loe juga pasti marah kalo tau loe keluyuran mlam-malam.”
Putri                        : “alah….gue gak peduli ama nyokap gue….”
Tina                            : “ jangan gitu donk put???? Gak baik…!!!”
Dhani                        : “ loe itu cewek??? Jangan jadi anak yang durhaka donk???”
Putri                          :” eh…Dan… loe tuh bawel banget sic???????? Suka-suka gue donk mau ngapain…!!!!
Dhani:” loe itu dibilangin kok malah sewot sich???gue Cuma mau yang terbaik buat loe dan gak mau ikut-ikutan mereka.”
Putri                          :” Jangan sok alim dech???”
Dhani                        : Gue Cuma bilangin loe??? Kalo yang loe lakuin itu salah…???”
Putri                          :” (menampar dhani) persetan sama omongan loe???? Loe jangan sok ngatur gue????”
Dhani                        :” Kurang ajar lhoe!!!!! (akan nampar  putri)
Tina                             : “ Dhani sudah dan!!!! (sambil  menahan tangan dhani)”
Putri                           : “mau nampar balik????? Ayo tampar????”
Tina                            : Udahlah dan, percuma loe ngomong sama mereka. Gak ada gunanya!!!
Puput                        : “Udahla put,,, ayo kita pergi!!! Telinga gue udah capek dengerin mereka ngoceh!!!!”
Dani                            :” mereka tuch kurang ajar banget ea????  Susah dibilangin!!!!!!!!”
Tina                             : “Dan,, lebih baik kita bilangin aja ke nyokapnya!!!”
Dhani                        :  “ tapi jangan sekarang Tin….!!! Ntar malem loe ikut gue… kita liat apa yang mereka lakukan….!!! OK…????????????????????????????????
Tina                             : “ Oklah”

Terjadilah  pertengkaran antara sahabat-sahabat itu. Malamnya puput  dan putrid  pun ikut kendil dan Chemed  pergi ke klub malam. Tetapi dhani dan tina megikuti dari belakang.

Kendil                       :         “Hla nie tempatnya……. Mari kita senang-senang kawan!!!!” (sambil mengajak chemed, putrid, dan  puput)
Dhani                          :         “ Lihat mereka. Mereka mabuk-mabukan, bahkan sampai berani makek narkoba” (sambil menunjuk kea rah kendil dkk.)
Tina                             :          “ Ya Dan….. lama-lama pasti mempengaruhi kondisi tubuh dan sekolah mereka”
Dhani                         :          “ ya udahlah…. Biar mereka ngrasain akibatnya!”
Pergaulan mereka memang benar-benar mempengaruhi sekolah mereka. Kesehatan mereka pun juga menurun. Kemudian, Dhani dan Tina memberitahukan perbuatan Puput dan Putri ke orang tua mereka.
Dhani & Tina            :          “Assalamualaikum…..”
Bu  eky                      :          “ Waalaikumsalam nak….. oooooo, kalian silahkan masuk!!!!!”
Tina                             :          “Ya,,,, makasih tante!!!”
Bu  Eky                      :          “Ada perlu apa ya???Kalau kalian cari puput dan putri maaf,, mereka lagi keluar.”
Dhani                         :          “Kami gak nyari mereka tante, kami malah mau beri tahu tante, kalau sekarang puput sama putri sering ke diskotik dan mereka sering tidur di sekolahan.”
 Bu  Eky                      :          “Masyaallah…..ternyata diluar mereka seperti itu???????????Ya,,,, biar nanti saya marahi mereka…” (sambil menahan emosi)
Tina                              :         “Tante,,, jangan marahi mereka,,,, bisa-bisa mereka tambah parah tante.”
Bu Eky                         :         “Ya udah tante minta tolong pada kalian,,,, kalian kan sahabat mereka. Bantu mereka agar  sadar pa yang mereka perbuat itu tidak baik.”
Dhani                         :          “Ya tante…” (sambil memanggut-manggutkan kepala)
Tina                             :          “Ya udah kalau gitu tante,kami mau pulang dulu. Assalamualaikum…..”
Bu  Eky                       :          “waalaikumsalam wr. Wb.”

Lama kelamaan pergaulan bebas mereka mempengaruhi kehidupan mereka di sekolah. Kendil, chemed, puput dan putri. Mereka tampak letih, lesu dan suka mengantuk di kelas.Dan mereka pun tidak memperhatikan pelajaran sama sekali.

Dhani                         :          “Ada apa dengan kalian??????Bukannya dengan ke diskotik setiap malem bikin kalian happy!!!! Tapi kenapa wajah kalian memeancarkan hal yg b erbeda???????? Kenapa jadi lesu gitu??????????????????? Kehabisan uang????? Atau bingung mau cari tambahan uang buat makek narkoba???”
Puput                         :          “Maafin gue dan,, gue gak dengerin kata-kata loe???”
Dhani                         :          “Ngapain loe minta maaf ke gue???? Gue gak nyalahin kalian kok!!!”
Tina                             :          “Tapi kalian harus minta maaf pada ortu kalian… ortu kalian jadi sedih tau gak sich denger kalau kalian kayak gitu diluar.”
Puput                         :          “Ya,,,,, aku minta maaf..”
Dhani                         :          “loe gima put, med, ndil???? Mau sadar apa gak???”
Putri                           :“maafn gue ya… karena kemarin udah nampar loe??? (sambil menunduk malu karena merasa bersalah)
Chemed & Kendil   : “Ya donk…”
Dhani                          :“ok gak apa kok..!”
Puput dan putri menyadari kalau apa yg telah mereka lakukan salah. Mereka semua minta maaf kepada orang tua mereka.
Puput                           :“Ma,,, saya dan kakak putri minta  maaf ya????karena udah ngecewain mama” (sambil menundukkan kepala.)
Putri                             :“Ya ma,kami bener-bener minta maaf dan tidak akan mengulangi itu lagi”
Tante Eky                   :  ”Ya sudahlah mama maafkan kalian, tapi kalian harus jadi anak yang baik lagi ya.”
Puput &putri             :        “Ya,, makasih ma… (sambil menunduk)
Akhirnya mereka semua sadar dan kembali ke jalan yang benar.
Teman-teman….semua miras dan narkoba bukan pilihan pelarian masalah yang terbaik. Tapi justru itu akan membahayakan hidup kalian dan akan menjerumuskan kalian. Jadi hindarilah  yang namanya narkoba ataupun miras. Demi kebahagian hidup kita di dunia dan akhirat.



semoga bermanfaat :) 
salam, 
k.k

Diary Cinta Terlarang


Di pagi yang cerah, Zahra mulai melangkah  menuju sekolah barunya. Ia berjalan menyusuri gang-gang kecil sambil bernyanyi- nyanyi ria,
“tralala.. trilili… hihihihi” sampai-sampai dia sendiri tersenyum-senyum. Entahlah, apa yang sedang ia pikirkan. 10 menit kemudian, Zahra tiba disekolah yang lumayan luas dan mewah <bukan mevet sawah lho ya>. Asli mewah, gedungnya aja berlantai 3. “Wah,,, gedhe’ banget sekolah aku” ungkap Zahra terkagum-kagum, biasalah gadis desa massuk kota agak katrok dikit. Perjalanan tak berhenti sampai disitu, Zahra terus melangkah. Nampaknya sekolah masih agak sepi. Zahra melangkah sambil mencari-cari ruang kelasnya. Ia juga melewati lapangan basket, taman –taman, dan akhirnya ia sampai di depan kelasnya. Ya, kelas X 7. Kelas masih sepi, hanya nampak beberapa anak yang baru datang dan asyik ngobrol dengan teman yang lain.Zahra mendekati seorang cewek manis berrambut bob yang duduk dibangku pojok depan.
“yoeboseo….”sapa Zahra
Tampaknya cewek berambut bob itu tak mengerti apa yang disampaikan Zahra, kemudian ia mengulanginya dengan logat Indonesia.
“Hallo…. aku Zahra.”
“hallo juga… Aku Rista. Silahkan duduk ra.” tawar Rista pada Zahra.
“okey… “ jawab Zahra mengiyakan sambil tersenyum manis pada Rista, Rista pun membalas senyuman Zahra.
“Kamu bukan orang sini ya?” Tanya Rista pada Zahra
“Bukan, aku pindahan dari luar kota, kok kamu tahu?
“Iya jelaslah, gaya bahasa kamu aja kayak gitu, aku gak mudheng ra?? Ajarin aku donk ra?? Pinta Rista dengan nada merayu.
“aku suka mempelajari bahasa asing, salah satunya ya ini,,, bahasa Korea. He….he…. kapan-kapan dech aku ajarin.”  Kemudian mereka berdua tertawa  lepas. Rupanya walaupun baru kenal, mereka sudah cukup akrab.Tak terasa bel masuk tlah berdering, seperti biasa awal ajaran baru diawali dengan MOS alias Masa Orientasi Siswa. Ada  3 orang cowok osis masuk ke kelas Zahra. Seorang cowok tampan, tinggi, putih, tersenyum pada adek-adek. Zahra langsung klepek-klepek dech.
“Buat adek-adek kelas X  silahkan menuju lapangan upacra buat apel pagi.” Teriak kakak ganteng itu.  Semua teman-teman langsung berhamburan keluar.
“Aduh Ris, topi aku ketinggalan??”
“Yah, Ra kamu gimana sich,,, baru masuk pertama udah kelupaan gitu??”
“Yang gak pakek topi silahkan maju ke depan” teriak seorang kakak yang ternyata masih kakak yang tadi.
“Aduh Ris, gimana nich”
Belum sempat Rista menjawab Kakak senior tadi sudah berteriak lagi.
“Adek,, yang rambutnya panjang, kagak pakek topi, cepet maju ke depan.”
Dengan cembetut Zahra maju ke depan.
“hah, gak asyik banget sich. Hari pertama masuk udah kena hukuman.” Keluh Zahra.
“Kenapa adek manis, salah sendiri siapa suruh lupa bawa topi” balas kakak senior tadi dengan ketus.
Zahra hanya mampu diam seribu bahasa dan menuruti apa yang disuruh kakak senior agar ia tak dimarahi lagi. Sekian lama menunggu… eh ternyata hanya Zahra yang kagak bawa topi.
“lanjut dach riwayatku,,, malu berrattttt” keluh Zahra lagi.
Kakak-kakak senior OSIS menatapi Zahra dengan sinis. Zahra berdiri hamper 2 jam di lapangan upacara. Ketika bapak kepsek berpidato di depan murid barunya, tiba-tiba,,,,
“BRUG……” tubuh Zahra ambrug. Kakak ganteng tadi segera membawa Zahra ke UKS. Ketika Zahra sadar, kakak ganteng udah pergi ninggalin dia, yang ada hanya Rista.
“Ra, kamu gak pa apa kan?” Tanya Rista
“Cuma tadi pagi aku belum sarapan ris, n matahari bersinar cerah banget. Aku gak kuat. Kamu yang bawa aku ke sini?“
“bukan,, kakak senior yang ganteng tadi lho??”
Zahra mengerutkan kening. Keheran-heranan. Ternyata dia baik juga. Padahal tadi sempet ngomelin Zahra juga.

            Sekolah telah usai , Zahra dan Rista pun segera mengemasi tasnya.
Keesokan harinya, kakak ganteng itu  berdiri di depan gerbang, seperti sedang menunggu seseorang. Zahra tak menggubris, ia tetap melangkah melewati kakak itu, hingga akhirnya.
“hai Zahra… udah baikan?” sapa Zein pada Zahra sambil tersenyum manis.
Zahra  clingak – clinguk mencoba cari tahu jangan-jangan ada orang lain di belakangnya yang bernama Zahra juga.
“kakak manggil aku?”                                             
“Iyalah,, nama kamu Zahra kan? Yang pingsan kemarin. Waktuu dihukum.”
Zahra hanya mengangguk, ia malu pada kakak itu. pipinya merona ketika kakak itu mendekatinya.
“Aku Zenito, temen-temen biasa panggil aku Zein… bareng ke kelas yuk”
Ajak Zein.
            Zahra hanya mengangguk dan tersenyum pertanda setuju, ia langsung berjalan berdapingan dengan Zein. Tak terasa  mereka udah sampai di depan kelas. Ternyata Rista udah nungguin Zahra dari tadi.
“pantesan, ditungguin dari tadi…. Ternyata…” Rista tak melanjutkan kalimatnya. Zahra hanya terdiam… dia hanya tersenyum dan pipinya kelihatan memeraah.
“ihh,,,, apaan sich Ris. Cuma bareng dari gerbang doank?? “ Bantah zein
“Wah,,,, jdi maluuu’’ canda Rista lagi sambil nyolek pipi Zahra.
“Duluan ya Ra,,, Ris,,,, ntar pulang bareng aku ya Ra” pinta Zein sambil tersenyum manis dan berlalu meninggalkan Zahra.
Zahra hanya membalas dengan senyuman. Kemudian masuk ke kelas sambil digodain sama Rista,, teman sebangkunya.
            “cie… cie…. Yang abis berangkat bareng Zahra…..” sorak teman-teman Zein saat ia baru melangkah masuk ke kelasnya.
“Jalan apaan sich… bareng dari gerbang doank”
“loe suka ya Zein sama tuch cewek?” selidik teman-temannya
“iya nich kayaknya. Sejak pertama aku liat dia. Jantung ku udah berdisko ria. Jadi kangen terus pengen lihat senyumnya tiap hari.”
“Wahhh,,, ada yang kasmaran nich. Buruan  tembak zein, ntar keburu direbut orang?? Soalnya ayu gitu??”
Zein hanya tersenyum-senyum pada teman-temannya.
           
            Setelah pertemuan di Gerbang Sekolah itu, Zein dan Zahra sering pulang bareng, jalan bareng. Hingga 3 bulan kemudian mereka jadian. Hal ini membuat iri teman-teman cewek  kelas XI dan XII yang udah lama naksir Zain sejak zaman bahulak tapi dicuekin mulu. Ya, mereka memang pasangan yang serasi.Zein, cowok ganteng, keren, punya segudang prestasi dan perhatian banget sama Zahra. Dan Zahra, cewek lugu, cantik,kalem lagi, dia juga sempet jadi primadona juga sich.
Tapi, sejak ada zein gak ada lagi cowok yang deketin Zahra.Mungkin karena setiap ada Zahra selalu ada Zein yang selalu menemaninya. Sudah 6 bulan lebih mereka berhubungan, namun tak pernah terdengar Zahra dan Zein bertengkar. Mereka selalu saling memberi bukan meminta.
            Hingga suatu hari, Zahra meminta izin pada Zein .
“Zein,, Sabtu besok aku diajak ke rumah kerabat di Malang, kakak sepupu aku tunangan”
“Aku gak di ajak nich ra?? Gak sekalian, kita ikutan” canda Zein
“ah,,,,, Zein, kapan-kapan aja dech. Aku janji”
“okey, buruan masuk ya say,,, aku pasti bakal kangen berat sama kamu.
“NI SE WO ZUI SHENG AI DI REN Zahra…” kata Zein sambil membelai rambut Zahra yang terurai panjang dengan menatap wajah Zahra lekat-lekat.
WO HENG AI NI, HENG AI HENG AI NI Zein” balas Zahra sambil tersenyum ayu pada Zein. Kemudian Zahra masuk ke dalam rumah dan Zein berlalu meninggalkan rumah Zahra.
            Sabtu sore Zahra tiba di rumah kerabatnya di Malang, tepatnya di Rumah Bu Dhe-nya. Bu Dhe dan semua keluarga udah menunggu kedatangan Zahra dan Ayahnya di teras.
“Apa kabar Bu Dhe, Pak Dhe?” Sapa Zahra sambil memeluk satu per satu dari kerabat mereka.
“Baik nak,,,kamu sendiri? Ayahmu mana nak?”tanya Bu Dhe balik.
“alhamdulillah baik bu Dhe, “
“Ya udah sana, buruan masuk. Cepetan mandi nanti malam keluarga besar kita akan kumpul. Dandan yang cantik ya nak”
“oke Bu Dhe” jawab Zahra kemudian berlalu meninggalkan Bu Dhe-nya.


            Malam tlah tiba, keluarga kami tlah berkumpul. Zahra telah bercengkerama dengan kerabat yang lain karena sudah sangat akrab. Dan tiba-tiba terdengar suara orang datang.
“pasti itu Nito?” kata bu Dhe
“Nito? Siapa Bu Dhe? Kok aku belum tahu ya?” Tanya Zahra. Belum sempat menjawab, cowok yang baru datang menyapa kami dengan senyuman manisnya.
“apa kabar semuanya?” sapa cowok yang sepertinya Zahra kenal.
“Nito sayang,,,, Apa kabar? Wah, kamu tambah cakep aja?” puji Bu Dhe
Alangkah terkejutnya Zahra melihat ternyata yang baru datang itu adalah Nito…. Zenito???? Pacarnya yang teramat sangat nemen dia cintai, ternyata adalah sepupunya sendiri.
“Oh, Tuhan,,,,, ampuni aku??” teriak Zahra dalam hati
Zahra yang tadinya tersenyum kini hanya termenung kaku dengan raut wajah kecewa.
“Apa ini? Benarkah apa yang telah aku lihat? Aku mencintai sepupuku sendiri? Lalu bagaimana dengan Ayah? Apa Ayah akan merestui hubunganku? berjuta-juta pertanyaan memenuhi ruang di otakku” batin Zahra dalam hati.
Tiba-tiba Zahra pingsan. Semua orang panic, dan membawa Zahra ke kamar.Ada yang kipas-kipas, ada yang kasih minyak angin, ada yang berdoa dan Zein ,, Zenito hanya terpaku memandangi wajah Zahra.Ia mengerti betapa hancurnya melihat kenyataan ini. Seperti syoknya Zein pada waktu pertama kali mengerti bahwa Zahra ternyata adalah sepupunya.
Hingga suatu waktu Zahra bertengkar hebat dengan Zein dan semua keluarga melihat pertengkaran mereka
“Apa??? Kalian PACARAN?”
“ya Om, kami PACARAN, saya sangat serius suka dengan Zahra Om,. Zahra juga mencintai saya.” Kata Zein memelas
“Kalian ini sepupuan?? Mana boleh itu terjadi?” teriak Ayah Zahra
“Yah, maafin Zahra. Zahra gak tahu kalau Zein itu Zenito? Sepupu aku sendiri? Yah, kalau Zahra tahu, Zahra gak mungkin akan melankah sejauh ini. Demi Ayah,,, dan demi keluarga kita, hubungan kita harus sampai disini Zein. Maafin Aku” kata Zahra dengan nada memelas. Ia menangis tersedu-sedu dan pergi meninggalkan semua orang.
Buku diary pink hadiah ulang tahun terahir dari mamanya pun ia ambil.Kemudian Zahra mulai meluapkan emosinya.





Dear Tuhan…
Tuhan, kenapa semua ini bisa terjadi?? Aku begitu mencintainya. Aku tak dapat hidup tanpa dia., Aku tak yakin aku mampu.Hanya dia yang bisa menyenangkam hatiku… hanya dia…
Zenito
Mengapa Zein yang aku kenal adalah Nito yang juga pacar sekaligus sepupu aku??? kenapa begini Tuuhaaannnn? Aku tak tega Ayahku menderita karena ulahku., Aku tak ingin hubungan keluarga aku hancur… hanya karena keegoisan aku, hanya karena hubungan terlarangku ini… mungkin kini saatnya aku berkorbaan. Mengorbankan kebahagiaanku untuk membuat orang lain bahagia.
Tuhan,,, aku berusaha mengikhlaskan semua,
Walaupun hatiku remuk hancur tak berdaya.
Dan,, Diary Cinta Terlarang inilah akhir dari perjalanan Cintaku
Selamat tinggal Zenito…
Aku sangat cinta sama kamu
Wo heng ai ni, heng ai heng ai ni

 by: kim K.
24/01/13