Minggu, 07 Desember 2014

Secoret Kisah Masa Putih Abu-Abu

Aku, adalah aku
Aku tak pernah mampu menjadi orang lain
Dan inilah apa adanya aku
“Semoga persembahan terakhir untuk bahasa Indonesia ini dapat memberikan pengalaman yang luar biasa untuk ku” Aku berpikir bahwa hidup adalah pilihan. Dan Aku, memilih SMA Negeri 1 KAWEDANAN. Pelabuhan awal untuk menuju pendidikan yang lebih baik dan lebih maju untuk masa depan yang gemilang menuju tangga teratas penuh bintang-bintang. Awalnya aku ragu, mengapa aku memilih SMA ini? Namun aku telah menemukan jawaban dari semua kegalauanku, setelah aku menikmati separuh lebih perjalanan indah di masa putih abu-abuku ini. Ya, aku tahu Tuhan punya rencana yang indah di balik semua hal yang ada di dunia ini. Dan aku pun berkata dalam hati “Terimakasih Tuhan, Engkau telah mempertemukan aku di tempat ini, rumah memadu ilmu dengan ayah dan ibu yang cerdas-cerdas, begitu peduli dengan anak- anaknya dan lingkungan yang begitu kondusif untuk belajar”
Disini aku menggali
Disinilah aku mampu berkembang
Disinilah aku mampu bersaing
Disinilah aku mampu berdiri
Terjatuh untuk berdiri
Dengan kecepatan tinggi
Dari bumi ke langit
SMA NEGERI 1 KAWEDANAN, sekolah unggulan se-Kabupaten Kawedanan ini, memiliki banyak nama keren. Ada yang menyebutnya “SMASAKA” alias SMA 1 KAWEDANAN. Tapi banyak pula yang menyebut-nyebut dengan nama SMALEM atau SMA LEMBUSURO. Kurang tahu sih, mengapa mendapat predikat LEMBUSURO. Tapi anggap saja itu penghormatan untuk sekolahku yang tercinta ini. Yup. Sekolahku tercinta ini bisa dibilang sangat mewah(belakang sawah, kanan sawah). Tapi aku pikir justru ini yang asyik. Dan inilah yang menarik, kalau jenuh kan bisa ngadem dengan lihat hamparan permadani hijau nan luas membahana yang bisa membuat pikiran jadi fresh. SMALEM, terletak di Jalan Genengan-Nggorang gareng, Kawedanan, Magetan, Jawa Timur, Indonesia, Bumi Allah. Ya,,, kurang lebih beberapa juta kilo meterlah dari Matahari(oke,,, gak usah terkejut gitulah. Hehe.he). Disinilah tempatku mengadu ilmu selama hampir 3 tahun ini. Perlu diketahui, kalau SMA ini merupakan SMA favorit lho?? Banyak banget hal-hal menarik yang udah selayaknya diketahui. Utamanya bagi calon siswa baru…(he,,, numpang promosi sekalian).Letak SMA yang strategis di tepi jalan raya Madiun-Magetan-Ponorogo juga menjadi daya tarik tersendiri juga lho bagi siswa baru. Buktinya dari sekian banyak teman-teman aku, ada yang berasal dari daerah lokal(kawedanan), takeran, bendo,lembeyan, bahkan parang, ada juga lho? Tuh kan, mereka aja yang rumahnya jauh pada berbondong-bondong datang ke SMA 1 ini. Luar biasa kan. Selain itu, kondisi sekolah yang nyaman juga menjadi daya tarik tersendiri bagi adik-adik pendaftar baru. Suasana yang asri membuat proses belajar menjadi lebih efektif dan efisien. Bahkan ada bapak dan ibu guru yang melaksanakan pembelajaran diluar kelas. Agar anak-anak juga bisa lebih fresh dan santai. Sekilas tentang SMA 1 kawedanan. SMA 1 KAWEDANAN tahun ini ikut Lomba Sekolah Adiwiyata. Dan ini berarti Sekolah aku yang tercinta ini, ingin melangkah untuk lebih maju lagi. Aku sudah tidak meragukan lagi kenyamanan sekolahku ini.Sering kali, aku lebih lama menghabiskan waktu di sekolah. Ya, untuk ekstrakulikuler atau kerja kelompok dengan teman-teman. Karena aku merasa sangat nyaman di sekolah ini. Aku dan teman-teman dimanjakan dengan fasilitas sekolah yang sangat bagus dan lingkungan yang bersih.
Dari semenjak aku kelas X hingga sekarang banyak sekali kemajuan-kemajuan di SMAku tercinta ini. Mulai dari lomba kebersihan kelas, yang awalnya hanya kebersihan kelas dan taman yang dinilai sekarang menjadi lomba adiwiyata kelas. Keren kan! Dari kelas X aku dan teman-teman mulai memperbaiki tingkat kebersihan kelas. Sampai aku kelas XI kelas aku dan teman-teman yaitu kelas XI IA3 hampir menjadi juara Kebersihan kelas. Tapi sayang, kelas aku hanya menduduki runner up. Alias juara 2, mungkin belum beruntung. Di antara temanku ada yang bilang, “iya iyalah kelas mereka menang. Kan kelas mereka baru. Nah kelas kita. Udah jelek gini”. “udahlah, yang penting kita udah berusaha. Toh kalaupun kita tidak menang. Kita dapat menghuni kelas yang nyaman kan” begitu jelasku pada teman-teman. Memang sebenarnya mengecewakan, bagaimana melihat perjuangan kita. Dari awal bersih-bersih kelas sampai sore hari. Hingga lupa rumah, pulang sore dan berangkat paling awal. Membersihkan kaca jendela, sampai-sampai anak cewek naik kursi bawa ember. Kalai ingat sebuah perjuangan yang hasilnya kurang memuaskan itu rasanya gak asyikkkkkkkk banget. Padahal hanya berbeda beberapa angka dengan yang juara. Tapi okelah. Aku dan teman-teman bertekad bahwa”di kelas XII nanti kami pasti bisa jadi yang terbaik.” SEMANGATTTTTTT.
Dan mulailah perjuanganku di kelas XII. Pengumuman bahwa akan diadakan lomba adiwiyata antar kelas telah tersebar ke saentero penjuru kelas. Semua kelas-kelas pada dihias dengan berbagai macam tanaman, merapikan kelas, membuat mading semenarik mungkin, bahkan ada yang membuat kolam ikan buatan untuk memperindah kelasnya. Di luar kebiasaan bukan. Dan kelasku, XII IA3. Aku masih ingat sekali. Hal awal yang kita persiapkan adalah bagi tugas. Hari itu XII IA 3 rapat, dipimpin ketua kelas. Pembagian tugas dilakukan hari itu mulai siapa saja yang bertugas membersihkan kelas, kaca jendela, merawat taman, membuat mading, sampai membuat hiasan serta poster untuk di tempel di dinding kelas. Karena kita sudah kelas 3 jadi lebih mengerti di banding yang lain.
Setelah sholat idul ‘Adha aku dan teman-teman kumpul di kelas acaranya tidak lain untuk membersihkan meja dan kursi yang kotor penuh tulisan tangan. Ada yang membawa cutter, amplas serta cat untuk melapisi kursi dan meja agar kelihatan lebih bersih dan baru. Hari itu, mungkin menjadi hari yang melelahkan sekaligus menyenangkan karena saya bisa berkumpul dan bekerja bersama teman-teman. Sehingga persaudaraan di antara teman-teman semakin baik. Bagaimana tidak saya dan teman-teman bergotong royong mengeluarkan semua kursi dan meja. Proses selanjutnya mengamplas meja dan kursi satu persatu. Hingga tangan aku terasa panas. Sesaat kemudian teman-teman dengan suka cita mulai mengajakku dan yang lain bercanda ria, agar kami melupakan sejenak rasa lelah yang mulai merasuk sukma. Bahkan ada juga yang ngambil kipas, untuk memberikan kesejukan bagi teman yang lain. Sungguh suasana yang sangat menentramkan hati. Proses bersih-bersihnya tak hanya sampai mengamplas kursi lho, tapi teman-teman harus membersihkan bekas amplas dengan kemoceng serta segera mengecatnya dengan sirlak. Gimana, masih mau lanjut. Masih belum selesai teman, meja dan kursi yang sudah dicat dengan sirlak harus dikeringkan dahulu. Setelah itu baru diangkut ke kelas.
“capek”. Mungkin itulah yang ada di benakku dan teman-teman tapi untuk mewujudkan cita-cita kami agar menjadi juara. Itu semua tak berarti apa-apa. Hari berikutnya, bersih-bersih kaca pun dimulai. Anak laki-laki, mulai mengambil kursi dan menaikinya untuk menjangkau kaca yang tinggi. Sampai-sampai harus ada orang dibawah, untuk disuruh nyucikan kain pembersih. LUAR BIASSA. Hingga aku dan teman-teman mulai menghias kelas serta memajangnya, membuat mading dengan susah payah, merapikan taman yang penuh dengan rumput liar, serta berusaha menjaga kelas agar tetap bersih, rapi,indah dan nyaman. Hari sabtu, puncak perayaan HUT SMA 1 KAWEDANAN. Dan…. ENG,…ING…ENG…….
“JUARA 1 LOMBA ADIWIYATA KELAS XII diperoleh kelassssssss XII IPA 3”teman-teman bersorak sorak bergembira menyambut hal tersebut. Itulah hasil kerja keras dan jerih payahku dan teman-teman. Bagaimanapun untuk mendapatkan sesuatu yang luar biasa kita harus melakukan hal yang di luar kebiasaan pula. Dan mulai saat itulah aku dan teman-teman lebih giat lagi untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan kelas. Bagaimanapun, kelas XII IA 3 aku dan teman-teman yang menempati. Jadi aku dan teman-teman harus menjaganya karena kebersihan juga merupakan cermin diri kita.
Tak ku sadari selama kegiatan kebersihan kelas kemarin, ada teman sekelasku yang bernama Dimas lagi PDKT sama Eka. Dimas memang sejak dulu menyukai Eka. Eka, cewek manis yang sangat steril. Cowok mana sih yang gak suka. Apalagi dia sangat baik hati dan ramah. Tapi Dimas hanya cowok biasa, yang kurang begitu berprestasi juga di kelas dan agak kuper. Tapi semenjak Dimas mulai mengenal Eka, dia berubah. Bahkan Dimas sering cerita banyak padaku mengenai Eka. “Ky, apa mungkin ya Eka juga suka sama aku? Mungkin gak sih?” serita Dimas.
“Di dunia ini gak ada hal gak mungkinlah dim. Amri aja yang keren, tajir dan kece kayak gitu ditolak. Aku pikir dia suka cowok yang bener-bener tulus. Percaya dech. Kamu pasti bisa kok”
“tapi Ky, kalau cowok seperti Ozy aja ditolak apalagi aku??aku kan gak punya apa-apa!”
“kamu memang gak punya apa-apa, tapi kamu punya ketulusan” jawan Eky sambil berlalu meninggalkan Dimas.
Semilir angin pagi, membelai-belai wajahku. Aku berjalan sambil menggosok-gosokkan tanganku. “Huft, dingin banget sih hari ini” kataku. Eka berjalan menghampiriku. “iyalah ky, gimana gak dingin coba. Tadi malam aja hujannya lama banget. Untung ni pagi udah reda.” Kata Eka dengan ramah. Aku hanya tersenyum.
“Ky, Dimas itu dekat banget ya sama kamu”
“emang kenapa Ka?”
“gak apa-apa. Kok dia, aneh ya Ky kalau sama aku. Beda banget. Dia bahkan gak pernah menyapa aku kalau berpapasan sama aku?”
“ kenapa kamu nggak coba tanya sama dimas sendiri Ka? Kamu malu ya karena kamu cewek”
“nggak sih. Ya udah. Kapan-kapan biar aku yang tanya duluan. Oke. Makasih ya Ky, aku duluan ke kelas”
Hari ini hari jumat. Dan jam 1 waktunya untuk jum’at bersih. Dimas mulai membersihkan kaca depan kelas bagian atas. Ketika sedang asyik membersihkan kaca, tiba-tiba hp di tangan kirinya terjatuh. “Brakkkkkk”. “Aduh, ancur dech hpku” teriak Dimas dengan keras. Dimas tak mengetahui bahwa Eka ada di belakangnya. Eka mulai memunguti pecahan hp Dimas. “gak pa-pa kok. Cassingnya Cuma lepas. Nich hp kamu!” kata Eka sambil menyodorkan hp Dimas. Karena tangan kanan Dimas memegang lap. Ia menggunakan tangan kirinya untuk menerima hpnya yang terjatuh dan berkata, “sorry, makasih” setelah itu Dimas berlalu meninggalkan Eka. Eka hanya terdiam dan tertunduk. Dia berpikir, apa salahnya hingga Dimas setega itu padanya tak pernah menyapanya, bahkan kejadian tadi. “Agh……” Eka mendesah. Aku yang melihat kejadian itu, jadi merasa kasihan pada Eka. Aku segera menghampiri Eka.
“Eka, apa yang kamu pikirkan?”
“Dimas, Ky… Dimas?”
“Dimas tak pernah bermaksud begitu padamu Ka, percayalah”
“lalu, apa yang tlah dia lakukan selama ini?”
“Dia hanya, merasa tak pantas berada di dekatmu?”
“maksudmu? Jangan membuat aku tambah pusing Ky? Katakan yang sebenarnya padaku???”
“Dimas, dia sangat mencintaimu. Tapi dia merasa tak pantas berada di dekatmu. Dia minder dengan apa yang kamu miliki? Dia takut, cintanya tak kesampaian. Dimas berbeda dengan lelaki lain yang pernah mendekatimu Ka. Bukan hanya itu Dimas sebenarnya juga tak mau seperti ini. Dimas juga pernah bercerita padaku bahwa dia pernah dinasehati oleh gurunya agar tidak pacaran dulu. Gurunya menyuruh Dimas agar fokus pada ujian dulu. Dan setelah ujian. Up to you… Dimas menyadari hal itu memang benar. Dan memang harus dia lakukan. Kalau perlu setelah Sarjana baru cari pacar atau pasangan. Dimas juga pernah bilang padaku.
“Cintaku seperti asimtot yang tak pernah bertitik temu”. Tapi aku percaya walaupun kita tak akan bernah bertemu tapi suatu saat kita akan selalu berdampingan selama-lamanya”” “ Mendengar cerita dariku perlahan Eka mulai meneteskan air mata. Dia menangis tersedu-sedu “Dimas tega banget sih Ky, sama Aku? Padahal aku diam-diam juga cinta padanya???” “sudahlah Ka, dimas itu keras kepala. Dia tak akan merubah keputusannya sebelum waktu itu benar-benar tiba. Yakinlah suatu saat Dimas akan datang padamu.” “Makasih Ky, aku harap begitu” Pohon jati melambai-lambai.Semilir angin mulai membelai-belai rambut Eka yang terurai. Eka memandangi hamparan bunga – bunga di taman. Sambil berkata
“Indah
Cintamu begitu indah
Seindah warna warni bunga
Cintamu begitu bening
Hingga aku tak mampu melihatnya
Cintamu begitu bersih
Hingga aku tak mampu melihat jejak-jejak kakimu yang telah membekas di relung-relung hatiku
Sekolahku Rumahku
Rumah Surga, duniaku
Tempat berlabuh tuk menuntut ilmu
Tak kenal lelah dan waktu
Berpagar tirai jati
Nampak bersih, indah
Hijau nan asri
Ku senang ku bangga
Milikkulah sekolah ini
Aku junjung aku junjung
Sekolah tercinta sampai nanti
Sebelum aku gapai cinta mati
27 Februari 2013 4.43 PM By: kim.kinoy