Rabu, 25 November 2015

Maaf… Maaf aku mencintaimu… Tapi aku tak sanggup untuk meraihmu Aku tak bisa bersamamu Aku hanya bisa memandangmu dari kejauhan Maaf jika perasaanku ini memberatkanmu Karena aku meninggalkanmu tapi aku masih mengganggu kehidupanmu Aku mencintaimu Tapi cintaku tak bisa tersampaikan Orang lain yang bisa menyalurkan cintanya padamu Jujur aku menyesal tidak mengejarmu, tapi semua akan lebih menyakitkan Jika aku tetap mengejarmu dengan hati yang terbelenggu oleh kewajibanku Mungkin aku terlalu naif, Tapi sekali lagi maaf Biarkan aku mencintaimu tanpa harus mereka tahu Tanpa mereka harus mengerti Karena aku sudah tak sanggup untuk memperjuangkanmu lebih dari ini Memperjuangkanmu untuk menjadi kebanggan keluarga kita Maaf jika cinta ini menyakitimu Andai Tuhan mengijinkan aku untuk mencintaimu lebih dari ini Tapi sudahlah… Ini jalanku, dan jalanmu bukan jalanku Bersemangatlah untuk memperjuangkan hidup keluarga itu Kebanggaanku Aku yakin Kebangganku mampu Aku yakin Kebangganku lebih hebat Biar Tuhan yang turun tangan untuk memudahkan segala urusanmu Kebangganku Aku mencintaimu Kebanggaanku Tak peduli dengan apa yang kalian katakan tentang aku Aku akan selalu mencintaimu Kebangganku J

Lamaran Pertamaku

Hari itu menjadi hari yang sangat menegangkan di hidupku. Aku bangun sangat pagi hari itu. Mempersiapkan ini itu. Mandi, mememilih pakaian yang rapi dan nyaman untuk ku pakai. Mentari bersinar cerah hari itu, seakan ikut memberikan semangat dan energi untuk bergegas. Beberapa pesan singkat penyemangat bahkan tak meredakan ketegangan yang aku alami. Jari-jariku perlahan membeku. “Huft… Bismillah… jika ini memang jalanku maka Allah akan mempermudah semuanya dan jika memang ini bukan jalanku aku siap untuk mencari jalan lain” begitu pikirku. Hari itu hari jum’at, kita janjian pukul 10.00 WIB. Pukul 08.30 aku sudah berangkat. Selama diperjalanan menuju TKP hatiku berdegup lebih cepat dari biasanya, aku mencoba mengendalikan diriku. Akhirnya aku sampai di dekat kampus. Ku buka hp, baru pukul 09.00. Aku bingung harus kemana, akhirnya aku putuskan untuk ke kampus sambil menunggu waktu. Ku parkirkan supriX dan langsung bergegas menuju masjid. Di sana aku menghafalkan beberapa doa yang saking cerdasnya aku lupa bahkan ada yang aku belum hafal. Tik… tok… tik…. Tok…. Pukul 09.45 aku meninggalkan kampus. Aku tenteng map orange berisi CV dan kelengkapan lain. Aku masih ragu-ragu untuk langsung ke TKP karena anak-anak pasti belum pulang. Akhirnya aku putuskan untuk singgah di musola dekat TKP. Setelah pukul 10.00… aku bingung lagi, karena anak-anak belum keluar tapi aku janjian pukul 10.00 jika aku telat maka aku tidak on time. Sehingga aku langsung bergegas ke TKP. Disana masih ada wali murid yang menunggui anaknya karena belum keluar. Aku melangkah menuju ruang kepsek, terlihat 2 orang wanita sedang bercakap-cakap. Aku salam dan berjabat tangan, karena beliau masih ngobrol akhirnya aku mundur dan menunggu di luar. Tampak beberapa anak yang asyik bermain, mereka lucu-lucu dengan segala tingkahnya. Aku mengamati mereka satu per satu. “asyiknya hidupmu nak, tertawa lepas tanpa beban.” Aku berkata dalam hati sambil memandangi mereka. Tak berapa lama ada anak laki-laki kecil duduk di sebelahku. “hai… namamu siapa?” tanyaku “alby” begitu jawabnya “mas alby, kelas TK atau PAUD ya?” “TK” “TK A atau TK B?” tanyaku lagi “TK A” percakapan terhenti karena seseorang memanggilku. Aku segera masuk ke ruangan beliau. Di situ aku menyerahkan mamp orange, ya LAMARAN PERTAMAKU” kemudian beliau langsung mewawancarai aku. Bertanya ini itu kesana kemari. Beliau juga bertanya padaku “Bisa mengaji?” “bisa” jawabku singkat Akhirnya beliau mengambil Al-Qur’an di meja lalu memberikannya padaku sambil berkata. “tolong baca ayat ini, jangan berhenti sebelum saya minta berhenti” “iya” Aku langsung membaca ayat demi ayat hingga setengah halaman beliau meminta aku untuk berhenti. Selanjutnya ada tes tulis. Aku disodori selembar kertas yang berisi kalau tak salah ingat 5 pertanyaan. Salah satu pertanyaan yang sangat aku ingat dan tidak akan pernah aku lupa adalah intinya begini “anda mau digaji berapa?” Ya Allah… Gaji. Begitu pikirku. Beliau mau menerima aku di situ saja… aku sudah bersyukur sekali. Karena yang terpenting adalah pengalaman real yang aku dapatkan. Gaji itu hanya bonus saja. Jadi terserah beliau, begitu pikirku. Aku bukan lulusan S1, aku hanya lulusan SMA yang tak punya pengalaman dalam bidang ini. Akhirnya jariku segera menari-nari di atas kertas. Hingga aku selesai dan beliau membaca hasil tesku dengan tersenyum. Aku bingung beliau tersenyum membaca jawaban konyolku atau karena apa. Sesaat beliau diam. Situasi jadi semakin kikuk… Beliau membuka percakapan dan akhirnya…. Beliau berkata. “Iya… jadi ibu diterima di sini, semoga betah dengan lingkungan sini. Besok bisa masuk untuk observasi” “Alhamdulillah…. Terima kasih ya bu.” Beliau memberi aku kesempatan untuk bertanya-tanya dan akupun memanfaatkan kesempatan itu. Hingga aku merasa cukup aku undur diri. Segera aku dan supri meninggalkan TKP dan bergegas ke rumah. Selama perjalanan senyum itu tak henti-hentinya menghiasi wajahku. Alhamdulillah… bismillah… Ini jalanku…. Lamaran pertamaku diterima

Minggu, 05 Juli 2015

Surat Untuk Dulurku

Assalamualaikum
selamat ya untuk semua teman-temanku yang sudah mulai meniti karir. selamat juga bagi kalian yang sudah menikah.
Bagi teman-teman yang sudah bekerja, keep spirit karena perjuangan kalian tidak berhenti sampai di situ saja. karena kita harus senantiasa meningkatkan kualitas diri dan kepekaan terhadap lingkungan
Jujur, aku sangat bangga dengan kalian. Apapun pekerjaan kalian itu sangat lebih baik dari pada aku yang masih meminta orang tua. rasanya malu sekali pada kalian. Sudah bisa kerja sendiri, itu sesuatu banget. sedang aku masih kuliah baru akan naik semester 5. masih lama jika aku harus menunggu ijasahku keluar dulur. Dulur, àpa kamu nyaman dengan pekerjaanmu sekarang? Apa kamu menikmatinya? bagaimana kualitas waktumu dengan orang tua dan sahabat? berkurangkah? atau masih seperti dulu?
salah satu hal yang kurang aku suka ketika melihat orang yang sudah bekerja, kuantitas waktu untuk keluarga dan sobat akan berkurang. Tapi aku harap kalian masih semangat untuk mengumpulkan waktu-waktu kalian demi orang tua dan sahabat
aku melihat kalian sangat bahagia dengan berbagai model foto. Kalian terlihat sangat menikmati pekerjaan kalian. Semoga yang aku lihat sama persis dengan apa yang kalian rasakan
kalau masalah gaji, aku percaya cukup gak cukup kalau kalian bersyukur pasti cukup. jika memang kurang, bisa kerja paruh waktu atau mungkin mengandalkan kreativitas kalian dengan membuat berbagai kerajinan.
Mari meningkatkan kualitas diri, di saat kalian sudah menggapai sebagian mimpi-mimpi kalian. aku harap kalian tidak berhenti bermimpi yang lebih tinggi dan lebih spekta lagi
semoga Allah selalu menjaga kalian dimanapun kalian berada. Bangga bisa mengenal kalian. Semoga Allah selalu melindungi kalian dan barokallah... sampai berjumpa di tangga kesuksesan dan semoga kita bisa bereuni di surga kelak Wassalamualaikum yang selalu merindukan kalian Eky Dimas Yuliati

Jumat, 19 Juni 2015

Sore Ini

Alhamdulillah masih bisa menikmati indahnya ramadhan bersama keluarga :). setelah selesai masak semua berkumpul di ruang tamu. Kecil, tapi sudahlah. Alhamdulillah :) Bicara tentang puasa pasti ujung-ujungnya ke lebaran, selanjutnya kapan libur?
terus kapan pulang?
terus pulang kemana dulu?
malang? magetan? atau....
begitu seterusnya? hingga terjadi percakapan antara ibu dan aku Ibu:"yo sok nek bar UAS manthuk karo adek nek magetan gak opo-opo lo mbak?" Aku:"terus buk, ten malange kapan?" Ibu:"yo sok bar bodo to..." bapak nyauti, "nek magetan ojo suwe-suwe" Ibu: iyo, sakiki aku kok piye ngono. enak nek omahe dewe yo le" Aku: aku kan durung duwe omah, dadi yo.... (teruskan sendiri :) )
aku langsung berpikir, aduh rumah. memang ya kalau sudah punya rumah sendiri itu enak. sejelek-jelek dan sesempit apapun yang penting sudah tinggal di rumah sendiri. mau ngapain sok... wong rumah sendiri. mau ngatur ini, itu monggo... wong griyo, griyo kulo.e.... pripun pemirsa? :)
aku pengen punya rumah sendiri, aku pengen belajar hidup sendiri :) aku pengen mengatur rumahku, menata semuanya sesuai imajinasiku. aku pengen ada taman kecil di depan rumah.... ada bunga berwarna-warni. gak usah bunga yang mahal. kembang kopok sing warnae kuning karo orange iku ae wis indah kok... ada pohon yang rindang di depan rumah. oh iya, aku pengen ada ayunan di bawah pohon. entah itu dari ban bekas atau kayu... gak peduli yang penting ayunan, aman, nyaman... mau nyantol di pohon atau berdiri di atas tanah? sembarang :) aku pengen pinggir rumah dipagari dengan tanaman apa ya... aku lupa yang jelas biasanya sekaligus berfungsi sebagai pagar. aku pengen ada perpustakaan, ruang seni... karena aku suka membuat karya-karya yang terkadang tidak jelas dan mekso :D, ruang sholat yang di dalamnya bisa untuk sholat jamaah dilengkapi dengan beberapa kitab dan buku-buku islami, pengen punya kebum di atap rumah :D jadi aku pengen nanam sayur di atas rumah... ntah itu hidroponik atau di polibek. aku pengen kalau masak langsung metik dari kebun begitu. pengen punya kebun buah juga di belakang rumah... pengen punya ternak... ntah itu ternak ayam, kambing atau kelinci :D :)
mungkin itu semua terlalu konyol :D tapi aku ingin itu semua terwujud suatu saat nanti :)
semoga Allah meridhoi
ini, sedikit ceritaku di sore tadi. mana ceritamu hari ini sobat? aku tunggu ya? salam semangat :)
Kimmy Kinoysan

Minggu, 07 Juni 2015

Ramadhan sebentar lagi 😊😊😊

Ya Rabb, sampaikanlah umurku di bulan Ramadhan" aamiin. assalamualaikum sobat kimo 😊 khaifa khaluq? alhamdulillah, semoga senantiasa dalam lindungan Allah ya 😊. sekarang sudah tanggal 9 Juni 2015 lo 😊, sebentar lagi bulan Ramadhan. tinggal menghitung hari saja 😊. coba, apa yang sobat kimo rindukan di bulan yang penuh dengan berkah ini? makanankah? suasana? keluarga? 😊 kalo aku sih paling rindu suasananya, karena di bulan ini kita dapat mendengar lantunan ayat-ayat Al-Qur'an sampai malam, bahkan disepanjang waktu. masjid, musola yang dihari hari biasa sepi, jadi ramai penuh dengan jamaah sholat tarwih. belum lagi waktu tadarus. emmm! banyak teman dan makanan2 yang mendampingi. aku rindu sekali dengan aktivitas yang dulu sering aku lakukan di kampungku di waktu ramadhan. mulai dari sahur bareng, sekolah dengan teman-teman yang gokil, ngaji sama malaikat-malaikat kecil yang ngegemesin, tarwih dengan malaikat kecil yang membuat sang imam dan makmum miss, sampai tadarus pulang sendirian ditemani bintang-bintang malam dan irama dari jangkrik serta instrumen bambu yang melambai-lambai. sahabat kimo, mari kita gunakan waktu kita di bulan ramadhan dengan sebaik mungkin untuk meminta ampun dan beribadah kepada-Nya. semoga Allah mempertemukan kita di ramadhan besok dan ramadhan yang akan datang. keep spirit. fastabiqul khoirot wassalamualaikum 😊😊😊

Tentang Aku, Lupa dan Helmku

setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. 2 hal itu merupakan 1 paket yang sudah dianugerahkan Tuhan untuk kita. Begitu juga denganku. Bicara tentang kelebihan, ah sudahlah. itu tentu bukan sebuah masalah untukku. Tapi bagaimana dengan kekuranganku. Mereka, sering menganggap aku lebih. Tapi mereka tidak pernah tahu betapa berat konflik batin yang terjadi di diriku. setiap malam otakku selalu berdebat untuk mencari jawaban-jawaban konyol. Tentang kekuranganku. 1. Pelupa... sebenarnya sudah lama aku mengidap sindrom ini 😄, entahlah mungkin karena otakku dulu terlalu aku forsir atau memang "gawan bayi" yang baru aku sadari, aku tak mengerti. Dulu pernah aku lupa tak membawa helm waktu berangkat sekolah. tepatnya waktu aku kelas 3 SMP. "aku berangkat sekolah dengan santai, werrrrr. beberapa saat kemudian ada sesuatu yang esis2 di kepalaku. aku lihat ke spion. astaghfirullah... lali gak gowo helm cah... pie perasaanmu jajal? langsung belok, weerrrrrr. teko omah malah diseneni mboke. langsung weeerrrr budhal meneh" aku juga pernah lupa dengan helmku pas aku pulang les, ini waktu aku kelas 3 SMA. "setelah keluar, aku buru- buru ke tempat foto copian pak kumis. "aku manthuk disik cah." werrrrrr. teko foto copian. bar kuwi enek koncoku liwat. "ky, we mw gowo helm gak?" aku langsung mringis lalu bilang "hehe... gowo. tapi lali nek ndi." temanku nyauti, "kalo keri nek teras les-lesan." semua temanku di les-lesan podo ngguyu cekikikan" batinku beset cah ngisin-ngisini ae. yang terakhir ketika aku Kuliah. ah... jadi semakin malu tapi gak pa pa inilah aku. "ceritane wektu iku helmku tak deleh motore koncoku. bar kuliah aku langsung tancap muleh, ketemu p.satpam yo mesam mesem ae. werrrrrr teko ngarepe cito. waduh kok enteng yo sirahku. bareng aku ngoco... "ciluk ba, helmu ndi nduk? astaghfirullah... lali" cah... langsung aku muter bali nek kampus. cuma njupuk HELM. subhanallah... itu sekelumit kisah tentang aku, lupa dan helm 😄 2. CERObOH aku memang sangat ceroboh, aku pernah nggodok banyu tak tinggal turu. sampek banyune entek. untung cerete gak kobong sisan. aku sering nyalakne banyu sampek kebek,,, ngebeki got sisan 😄 aku sering lali tentang konsep acara sing tak gae dewe. pie jajal? masih banyak lagi cerita konyol tentang kehidupanku. pengen dengar, silahkan datang ke RSJ terdekat 😄 dan inilah aku dengan segala kekuranganku 😊. tapi aku senang dan terkadang senep juga. tapi sudahlah apapun itu, itu yang terbaik untukku 😊 alhamdulillah. dengan kekuranganku yang seperti itu aku bisa sampai di sini. alhadulillah 😊 ini ceritaku, mana ceritamu? 😄 salam ceria sobat kimmo 😄

Selasa, 28 April 2015

Kepingan Hidupku :)

stay or run away "positif"

semua itu memang masih lama. Tapi DIA mencoba untuk memikirkannya di waktu luang. ini tentang masa depan. masa depan gadis kecil yang mulai tumbuh dewasa. iya, dia sedang memikirkan apa yang akan dilakukan setelah lulus dari perguruan tinggi.
apakah dia akan bekerja
jika bekerja, bekerja dimana?
di kota inikah?
atau dikampung halaman si DIA?
apakah DIA akan ikut seleksi melancong
menikah?
itu jls belum saatnya... yang sebenarnya DIA inginkan adalah kembali pulang. tapi bagaimana dengan adik DIA? bagaimana dengan ortunya?
apa DIA bisa bertahan di sana
to be continued...

Jumat, 24 April 2015

Surat Penantian I

Hari itu aku dan kamu ingin bertemu seseorang. awalnya kita berencana untuk berangkat bersama, tapi karena suatu hal. diputuskan kita berangkat sendiri-sendiri dan bertemu di TKP (Tempat Kejadian Peristiwa). jam 14.00 aku sudah sampai di TKP, tapi aku tidak langsung menemui orang yang aku cari. aku menelfonmu, tapi ternyata di tempatmu masih hujan dan masih sok sibuk :). akhirnya aku putuskan untuk mencari beliau yang aku cari. tapi syok tak terduga. karena beliau ternyata tidak ada karena beliau ada di rumah sebelah. akhirnya aku memberi kabar padamu. aku menantimu sambil duduk-duduk di kantin, aku ambil secarik kertas dan aku mulai menggoreskan pena, jari-jemariku menari-nari di atas kertas. hingga terciptalah sebuah mahakarya :)
Menunggu :)
Menunggu itu membosankan
Menunggu itu ketidak pastian
begitu kata orang
Tapi tidak selamanya seperti itu
aku menunggumu :)
dan itu menarik bagiku
aku bisa melakukan apapun sesukaku :)
untuk meningkatkan kualitas diriku
aku bisa membaca, menulis , merenungkan semua hal yang terjadi di hidupku
Bicara soal menunggu...
jadi teringat pesan singkatmu....
aku mungkin tidak akan menunggu selama itu
karena beberapa saat lagi kamu akan datang :)
1,2,3,4,5,6,7,8,9,10
KAU DATANG

TERIMA KASIH

Alhamdulillah, Aku bersyukur bisa mengenal Kamu… Bahkan aku tidak menyangka jika sampai sekarang kita masih sedekat ini. Terima kasih sudah memberi ruang untukku. Terima kasih atas ruang sempit yang kamu beri. Walau awalnya aku sempat kecewa, karena ruang yang aku dapat tidak seperti yang aku harapkan. Terima kasih telah membuatku nyaman, walaupun aku tahu kamu memang bersikap seperti itu kepada semua orang. Tapi aku tetap ingin berterima kasih padamu. Terima kasih, atas kesedianmu untuk berlari mengejar tujuan. Walaupun aku tahu kamu berlari bukan untukku tapi untuk rumah tangga ini. Terima kasih, atas kesedianmu menerima dan mendengarkan segala keluh dan kesahku. Terima kasih sudah menggenggam erat tanganku walaupun aku menolak, tapi kamu tetap menggenggamnya lebih erat agar aku dapat berdiri lagi, walaupun aku tahu itu tidak seharusnya kamu lakukan. Terima kasih atas kebesaran hatimu, meluangkan waktumu untuk berdiskusi dan bercerita kesana kesini tentang semuanya. Kamu, Kamu, Kamu, Sekali lagi, terima kasih atas semuanya. hanya Allah yang bisa membalas semuanya :) Salam senyum semangat

Sabtu, 28 Maret 2015

KEHILANGAN

Setiap orang, pasti pernah merasakan kehilangan. Yang tersimple, kehilangan barang kesayangan, sampai yang terberat kehilangan orang terkasih. Sangat menjengkelkan. Mungkin kita dapat membeli barang kesayangan yang sama, atau bahkan bisa membeli barang yang lebih bagus dari yang dipunya sebelumnya.Namun, nilai history yang ada pada benda tidak akan pernah kembali lagi.
Sesuatu yang pergi, Hilang. Pasti menyakitkan. tapi sesakit apapun luka yang diderita sakit itu akan menghilang seiring berjalannya waktu. Waktulah yang akan mengobati rasa sakit itu. Walaupun pada akhirnya sebuah luka akan menimbulkan bekas, tapi bekas itu tidak menyakitkan :). Tuhan memiliki banyak rahasia yang tidak kita ketahui. Begitu juga dengan hilangnya orang yang kita sayangi. Pasti kita menganggap bahwa Tuhan tidak adil,karena tlah mengambil orang yang sangat kita butuhkan. Tapi Tuhan unya rencana yang indah di balik itu semua. Tuhan ingin kita menjadi orang yang lebih kuat, sekuat batu karang. Tuhan ingin kita bisa mandiri. dan Tuhan ingin kita bisa mengasihi dan menyayangi sesama. Kita boleh kehilangan barang kesayangan kita boleh kehilangan orang terkasih tapi kita tidak boleh kehilangan semangat hidup kita Mari kita bersyukur sobat Kimo :) Alhamdulillah, semangattt :)

Rabu, 25 Maret 2015

MEMPERJUANGKAN SESEORANG, YANG TIDAK MAU DIAJAK BERJUANG

Itulah kisah mengharukan. Apabila saya rasa-rasakan bisa membuat saya mamud alias mati muda. yah, namanya hidup dengan orang banyak. Kita sudah berusaha mati-matian memperjuangkan mereka untuk maju dengan berbagai cara. tapi tetap sajlah anak jaman sekarang banyak alasan. Seperti itulah realita yang ada. tapi mohon maaf sebelumnya, ehem sobat kimo saya lahirnya th '95 lo ya? jadi, bukan anak jaman sekarang :D. Memperjuangkan orang yang tidak mau diajak berjuang, bukan hal yang mudah tapi bukan hal yang menyusahkan juga :). jika kit menganggap itu semua sebagai suatu masalah yang besar, maka kita yang akan NGENES sendiri. tapi jika kita menanggapinya sebagai suatu tantangan, pasti akan berbeda. Setiap masalah pasti ada solusinya. yang membedakan solusinya datang secepat kilat atau selambat siput :D atau kita yang tidak telaten untuk mencari jalan keluar. yang jelas, jangan mudah marah.Seseorang yang tidak mau diperjuangkan bukan berarti dia tidak mau menang, tapi karena keikhlasan mereka kurang. mereka memandang tantangan sebagai masalah. sedang kita memandang masalah sebagai tantangan yang harus kita raih. tapi perlu diketahui bahwa kita juga punya alasan yang jauh lebih hebat untuk meraih kesuksesan. tetap berusahalah untuk memperjuangkan mereka, semangati mereka. Jika kamu lelah, jangan hujat mereka, tapi tenangkan diri dan carilah kekuatan untuk membangkitkan diri dan membangkitkan mereka.
Merdeka atau mati
Maju terus pantang atretttttt
Apalagi jika kita sudah berjuang cukup jauh, dan sebentar lagi sudah sampai di tangga kemenangan. Eman banget rekkk? monggo Sobat KIMO :), Ayo semangati diri kita dan segera tularkan ke yang lain. memperjuangkan orang yang tidak mau diajak berjuang itu memang tidak mudah, tapi itu bukan hal yang sulit.:)

JAGA JARAK ITU PERLU

Setiap saat kita berinteraksi dengan orang-orang yang ada di sekitar.Hingga terjalinlah berbagai hubungan. Ada yang sekedar hubungan teman biasa, sahabat, keluarga,teman dekat, bahkan kekasih.Ketika menjalin relasi dengan orang-orang di sekitar tentu kita sering berkomunikasi baik secara langsung maupun tidak langsung. Karena kecanggihan teknologi, Surabaya-Papua pun hanya berbataskan layar kaca :). Sedangkan aku dan ayah yang ada dalam 1 rumah bagaikan Papua-Afrika, karena kami berkomunikasi secara tidak langsung. Yah, dari pada teriak-teriak gitu. Apa arti sebuah jarak dalam suatu hubungan, entah itu teman, sahabat, keluarga atau kekasih? Jarak itu adalah ruang gerak, yang harus selalu kita jaga. Karena jika melebihi jarak yang ditentukan, kita akan bertabrakan. Coba bisa kalian bayangkan jika antara kata satu dengan kata yang lain tidak diberi spasi. Apa yang akan terjadi? "akuayahibucintakamu" tak terbaca dengan baik
Apa yang terjadi jika truk gandeng, tidak ada palang/jaraknya?
Apa yang terjadi jika jarak tempuh kereta tidak diatur?
Apa yang terjadi jika tidak ada jadwal penerbangan?
TABRAKAN DAN HANCUR
Bahkan, antara anak perempuan dan ayahnya sendiri pun itu memiliki jarak yang harus dijaga, anak perempuan dan laki-laki pun memiliki jarak yang harus dijaga :) Sobat Kimo, jarak dalam suatu hubungan itu sangat penting untuk menjaga harga diri kita dari hal-hal yang menjerumuskan. Seberapun alim orang, apabila tidak dapat menjaga jarak syetan akan dengan mudah membakar nafsu mereka. Hingga menjerumuskan mereka ke dalam sumur kemaksiatan. Jaga jarak itu perlu, bahkan sangat penting :)
Jaga Jarak,
Hati-Hati, nanti ketabrak :)

Kamis, 12 Maret 2015

Mengapa Kita Dipertemukan?

Di dunia ini ada banyak hal yang tidak bisa terpisahkan. Salah satunya adalah pertemuan dan perpisahan. Sering terdengar kalimat "Mengapa kita dipertemukan? Bila pada akhirnya kita harus berpisah. Sahabat, Tuhan punya rencana yang sangat indah di balik itu semua. Yakinilah itu. Tuhan yang menciptakan kita, dan Tuhanlah yang paling tahu apa yang terbaik untuk kita. Pertemuan itu terjadi atas kehendak-Nya, dan perpisahan tidak akan terjadi apabila kita tidak memutuskan tali silaturahim antara teman dekat yang kita miliki. Lagi pula banyak hal yang dapat kita pelajari dari sebuah pertemuan, diantaranya:
1. Ketika kita bertemu dengan seseorang, cepat atau lambat kita akan mengenal orang tersebut dan suka berbagi cerita dengannya. Hal yang dapat kita lakukan adalah mengambil pelajaran dari setiap pengalaman yang dialami teman kita.
2. Menambah koleksi daftar teman dalam hidup anda. perlu kita pahami bahwa semakin banyak teman yang kita miliki, insyaallah semakin mudah untuk menjalin koneksi, baik untuk mencari pekerjaan atau yang lainnya.
3. Belajar berinteraksi dengan berbagai tipe orang. karena setiap orang memiliki karakter yang berbeda-beda. sehingga dengan berinteaksi dengan mereka kita dapat mengetahui bagaimana cara menghadapi orang yang berkarakter seperti ini, atau seperti itu.
analoginya seperti ini, Ibu yang baik tidak akan mengijinkan anakknya meminum ice cream karena si anak sedang sakit flu. apa yang diberikan ibu? pastilah teh hangat untuk menghangatkan badan. karena itulah yang kita butuhkan.
Jadi, tetaplah berkhusnuzon kepada Tuhan. Karena Tuhan sudah merencanakan hal yang terbaik untuk kita :)/blockquote> Apabila waktu yang indah itu telah tiba, pasti Tuhan akan menunjukkan hal yang luar biasa dalam hidup kita
Cinta boleh hancur
Harapan boleh tak terwujud
tapi, putus asa tidak boleh ada
Bangkit dan berjuanglah
Demi cerita panjang di masa depan

Senin, 02 Februari 2015

Kesederhanaan si Bahagia

Bahagia itu
ketika bisa melihat kalian tersenyum
ketika bisa membuat kalian selalu tersenyum
ketika kita berlari bersama-sama untuk mencapai suatu misi
bahagia itu sederhana
ketika kita bisa menerima segala hal dengan ikhlas
itulah arti dari kebahagiaan
kebahagiaan itu kesederhanaan Si Bahagia
berbahagialah kawan :)
bahagia itu ketika kita tetap berpegangan erat walaupun hujan dan badai menghadang serta saling menguatkan ketika ada salah satu genggaman yang terlepas.
mungkin aku belum bisa bebas seperti burung-burung di luar sana
melanglang buana sesuka hatinya
tapi setidaknya aku sudah belajar sebagai bekal di hari esok
salam Semangat, Ceria :)
Kim.Kinoy :)

Kamis, 29 Januari 2015

Ketika Diammu Bagaikan Emas dan Perkataanmu Bagaikan Pedang

Setiap makhluk memiliki 2 sisi yang tak pernah bisa dipisahkan. Ketika 1 sisi itu disebut maka sisi lain pun akan bergegas menampakkan diri. Iya, dia bernama kelebihan dan kekurangan. Kebanyakan orang yang memiliki kelebihan yang lebih, juga memiliki kekurangan di bawah orang yang biasa-biasa saja.
Setiap hari kita bertemu dengan orang-orang di sekeliling kita. Kita berinteraksi dengan mereka bercanda, tertawa, tapi tidak jarang kita menemui orang-orang yang merasa tidak nyaman jika ada yang lebih darinya. hingga sering timbul berbagai masalah dalam kehidupannya.
dan lagi, lagi setiap orang memiliki cara tersendiri untuk mengatasi masalahnya. ada yang diam, dan ada yang langsung to the point memuntahkan semua uneg-unegnya. tapi semua hal tetap memiliki dampak positif dan negatif. ketika seseorang lebih memilih diam mungkin dia tidak ingin memperburuk masalah, atau bisa jadi dia sedang puasa ngomong :). seperti limbad gitu deh :D. ketika seseorang itu terdiam, maka dia akan menampung semua uneg-unegnya. tapi perlu diketahui bahwa seluas apapun tempat penampungan uneg-uneg suatu saat tempat itu akan penuh dan kita perlu mengeluarkannya. jika kita ingin mengeluarkan uneg-uneg secara anggun, ada beberapa hal yang dapat dilakukan yaitu:
1. menulis di buku diary
2. meluapkan uneg-uneg dalam sebuah karya:lukisan,gambar,cerita
3. berteriak sekeras-kerasnya di tengah sawah
memuntahkan uneg-uneg langsung ada baiknya juga, karena kita bisa menyampaikan langsung kepada yang bersangkutan sehingga "rasane plong nek ati". walaupun biasanya selalu diikuti oleh emosi yang meluap dan perkataan kasar bahkan terkadang ditambahi dengan tindakan anarki. dan hal tersebut dapat membuat suasana menjadi lebih panas. apalagi jika orang yang bersangkutan sama-sama kepala batu. "tambah rame ae" YO TO?.
apa pun itu, diam lebih baik daripada berkata-kata yang dipikir bisa meredakan emosi tapi sebenarnya itu akan menambah besar api perselisihan antara orang yang bersangkutan. kata-kata yang keluar bagaikan pedang yang siap mematahkan sendi-sendi kebersamaan di antara kita.
"ketika diammu bagaikan emas dan perkataanmu bagaikan pedang"