Minggu, 07 Februari 2016

My Wedding

Semua orang berbahagia. Apalagi kami. Hari yang sangat aku tunggu- tunggu tiba. Hari pernikahan kami, iya aku dan mas heri akan menikah hari ini. Semua sudah siap, dekorasi, perias, among tamu dan keperluan yang lain. Hatiku berdegup kencang lebih kencang dari biasanya, ada kekhawatiran dalam hati jika nanti begini dan begitu bagaimana. Tapi aku berusaha optimis, mas heri pasti bisa melafalkan semuanya dengan baik. Lina sudah menemaniku dari pagi, dia sahabatku. "Mir, kamu cantik sekalii" katanya sambil tersenyum manis padaku. "Alhamdulillah, tapi aku agak kurang PD nih. Semoga semuanya lancar ya" balasku sambil tersenyum Ayah dan ibu juga sudah siap. Saatnya ijab qobul. Semua sudah berkumpul di tempat ijab. Mas heri dengan tegas dan lantang melafalkan semuanya. Alhamdulillah.... Aku segera dikeluarkan dari tempat persembunyianku. Aku tersenyum kepada semuanya. Mas heri berdiri tepat di depanku. Kucium tangannya yang dingin. Aku mengerti betapa gugupnya dia. "Selamat mas, kamu berhasil melalui semuanya" begitu gumamku di dalam hati. Mas heri membalasnya dengan mengecup keningku :-) setelah itu kami didudukkan di depan menyalami tamu tamu yang hadir. Semua orang yang datang menyambut dengan doa yang tiada hentinya dipanjatkan. Aku merasa sangat bahagia. Akhirnya, kami bisa bersatu dengan ikatan yang halal. Suasana agak sedikit lenggang. Datanglah seorang laki-laki berbadan tegap, tinggi besar bersama seorang ibu. Ibu itu lebih dulu berjabat tangan dengan mas heri dan....